Selasa, 20 Februari 2018

Let It Go


Let it go~
Let it go~
Tulisan ini bukan tentang Anna dan Elsa ataupun boneka salju yang bisa bicara. Bukan juga tentang melepaskan seluruh kekuatan besar yang terpendam dalam diri.
Ini tentang merelakan waktu.
Waktu?
Ya, waktu.

Pernahkah kita berfikir bahwa 24 jam yang diberikan pada kita tidak cukup?
Inilah yang saya alami. Tidak cukup bukan untuk menyelesaikan segala tanggung jawab yang diberikan, namun tidak cukup untuk melakukan apa yang disukai.
Kehidupan sebagai KOAS a.k.a. Dokter Muda atau sarjana yang masih harus menempuh pendidikan tahap profesi di rumah sakit agar kelak menjadi Dokter Tua (bukaaan!!! Dokter Umum!!!), menyita bbegitu banyak waktu dalam sehari. Kegiatan rumah sakit sampai jam 4 sore, malam berjibaku dengan ilmiah, belum lagi harus belajar karena materi yang diberikan saat kuliah sebagiannya sudah terlupakan. Dinas malam yang mengurangi waktu istirahat karena datangnya pasien tidak bisa diatur siang saja. Jika hari ini dinas malam, besoknya terpaksa tidur awal jam 7 atau jam 8 malam karena kantuk yang tidak tertahankan. Pada beberapa kasus, terpaksa dinas malamnya ganti hari (hari ini dinas, besok tidak, besok dinas lagi). Sabtu-Minggu yang "libur" pun, acap kali terpakai untuk dinas~~ Weekend sebulan yang harusnya ada 4 kali, kadang hanya 1 kali yang didapat.
Untuk mereka yang jiwa dokternya sudah terbangun, 24 jam sehari untuk berjibaku dengan dunia kedokteran adalah anugrah (kadang iri dengan orang-orang semacam ini -___-).
TAPI, untuk saya yang... ah... entahlah~ MEMPUNYAI HOBI LAIN, 24 jam benar-benar tidak cukup untuk melakukan segalanya.
Tetap saja, jalan menuju gelar dokter sedikit lagi. Karena itu saya harus berjuang bersabar dan ikhlas menempuh dunia perkoasan yang mengharuskan kurang tidur ini~
Harus merelakan waktu bersenang-senang dan diganti untuk belajar. Agar jika jadi dokter nanti, dapat membuat orang sehat bukan malah tambah sakit.
SEMANGATTTT!!!!

0 komentar:

Posting Komentar

 

Intanevrt by Intan Ekaverta